Blog Archives

Berapa Senja Lagi

Senja Jingga Wai Juwairiyyah

Satu senja lagi berlalu. Jingganya mengakhiri segala percakapan kantor dan menyambut kemacetan jalanan. Ya, aku masih disini, di Jakarta, berusaha meyakinkan diri bahwa ini adalah jalan terbaik yang telah dipilihkan olehNya untuk mengejar cita-citaku.

Berapa senja lagi yang ingin kau lihat di tanah rantau, wai?” Batinku bertanya. Ini bukan soal kapan liburan ke Jambi. Lebih dari itu, ini soal sampai kapan. Fajar tidak pernah berhenti menggantikan senja. Selalu ada pagi yang datang menyodorkan pekerjaan yang tidak akan pernah habis selama aku masih punya kewajiban. Sayangnya, malam tidak pernah membekukan waktu. Jambi, Jakarta, 24 jam berputar rata. Mereka bertambah tua. Read the rest of this entry

%d bloggers like this: