Category Archives: Orang “super”

Bang Ardhi,lulus S.2 Cambridge University, “membersihkan” puskesmas kampung

Pertama kali bertemu sosok yang sederhana dan rendah hati ini, aku tak mengira bahwa dia adalah salah satu “orang super”. Sifatnya yang ramah, tidak membuatku canggung untuk bercanda bebas meski baru kenal sehari. Ardhy Wokas. Belakangan aku tahu, ternyata pria asli Maluku ini sudah menyelesaikan S.1 di kedokteran gigi UMY, kemudian mendapatkan beasiswa untuk memperdalam studinya di Cambridge University, dengan program double degree, public health dan hospital management.

Kenapa aku menyebutnya “orang super?”? Setelah menyelesaikan double degreenya di Cambrige University, ia kembali ke Indonesia, lalu mendapatkan tawaran dari salah satu perusahaan besar di Indonesia. Mobil, rumah, gaji yang amat sangat bagus, justru ia tolak. Super. Ia justru memilih menjadi dokter relawan di pelosok Maluku sana.

Apa yang ia lakukan? Ini yang membuatku kagum. Ia kembali untuk membangun ulang sebuah puskesmas yang kondisinya tak diperhatikan oleh pemerintah. Fasilitas medisnya dibawa kabur oleh bidan untuk membuat klinik komersial sendiri. Bangunan puskesmas itu lebih layak disebut sebagai kandang kambing.

Bayangin wai, gue ngusir-ngusir kambing disana, bersihin lumut dan rumput2 di puskesmas” ceritanya ketika kami duduk bersebelahan di bus sepulang dari acara sidang Parlemen Muda Indonesia 2012. Super! Lulusan S.2 cambridge, menolak semua fasilitas mewah dari perusahaan, dan lebih memilih menjadi dokter sukarela di Maluku. SUPER.

Read the rest of this entry

Leonardo Kamilius (Pendiri Koperasi Kasih Indonesia)

Aku bertemu dengannya dua kali. Pertama di saat ia menjadi pembicara di National Conference Meet the Leaders, rangkaian acara Parlemen Muda Indonesia 2012, lalu bertemu lagi di acara Indonesian Young Change Maker Conferences. Kak Leon, begitu panggilan akrabnya.

Ketika istirahat makan siang acara IYCS 2012, aku mengobrol santai dengan beliau. Semakinlah aku kagum, orang sehebat itu ternyata sangat rendah hati. Lalu, kenapa aku menggolongkannya sebagai “orang super”? Read the rest of this entry

%d bloggers like this: