Berapa Senja Lagi

Senja Jingga Wai Juwairiyyah

Satu senja lagi berlalu. Jingganya mengakhiri segala percakapan kantor dan menyambut kemacetan jalanan. Ya, aku masih disini, di Jakarta, berusaha meyakinkan diri bahwa ini adalah jalan terbaik yang telah dipilihkan olehNya untuk mengejar cita-citaku.

Berapa senja lagi yang ingin kau lihat di tanah rantau, wai?” Batinku bertanya. Ini bukan soal kapan liburan ke Jambi. Lebih dari itu, ini soal sampai kapan. Fajar tidak pernah berhenti menggantikan senja. Selalu ada pagi yang datang menyodorkan pekerjaan yang tidak akan pernah habis selama aku masih punya kewajiban. Sayangnya, malam tidak pernah membekukan waktu. Jambi, Jakarta, 24 jam berputar rata. Mereka bertambah tua.

Ingin sekali aku pulang ke rumah setelah senja. Duduk di depan ibu sambil memijat kakinya dan menceritakan tentang pria yang sering mengganggu dalam tidurku, tentang perjalananku ke berbagai daerah di Indonesia, ah banyak sekali yang bisa kuceritakan dengan nyaman kepada beliau. Rindu juga aku, duduk menemani ayah minum kopi hingga larut malam mendengarkan kisah perjuangannya sewaktu muda, pengalamannya, pengetahuannya, ah, kisah beliau selalu membuatku terpukau. Itu inginku.

Nyatanya, senja ini berlalu, dan aku masih disini, di Jakarta. Bukan di ruang keluarga, tapi di ruang kerja di pinggir jendela. Bukan ayah atau ibu yang ada di depanku, tapi komputer dengan aplikasi dan file pekerjaan. Bukan cerita untuk ibu yang kupersiapkan, tapi sebuah rekomendasi untuk clientku.

Ya Rabb, hati ini hanya bisa memiliki rencana, tapi Engkau Yang Maha Menetapkan berapa senja lagi yang aku habiskan di tanah rantau. Sebelum ketetapanMu itu datang, hiburlah hati orangtuaku ketika merindukan kehadiranku. Sehatkanlah badan mereka Ya Rabb, karena aku tak bisa merawat mereka di saat mereka membutuhkanku. Semoga Engkau mencukupkan waktuku untuk berbakti kepada kedua orangtuaku dan memampukanku untuk meraih apa yang kami cita-citakan. Aamiiin.

Jakarta,29 Desember 2014 (Late Post)

wai

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on December 29, 2014, in Proyek Sastra Wai and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: