Aku dan Dylan (Episode 6: awal persahabatan Abot and Monkey)

Dylan akhirnya bisa mengerjakan soal penjumlahan bersusun berkat sistem reward. Ia mendapatkan sepasang kura-kura idamannya. Namun, sekarang sudah waktunya Dylan belajar perkalian, sistem Reward kurang mampu memotivasinya. Aku mencermati semua strategiku dari awal: mengajar dengan suara unik, menggunakan video, sistem reward, sekarang apalagi? Aku harus memperbaharui strategi. Lama-lama, aku merasa mengajar sebagai guru privat itu sama dengan bertempur di medan perang.

Suatu hari, tak sengaja aku menemukan cara baru, yang akhirnya benar-benar merubah dunia aku dan Dylan. Ayahnya Dylan, hari itu marah karena anaknya tak bisa diatur. Dylan seharian tak mau belajar, ia berlarian keluar masuk dapur dan kamar mandi mengurusi kura-kuranya. Sebentar ia ke kamar mandi, bilang mau menaruh kura-kuranya di air; sebentar ke dapur bilang lapar, sebentar lagi ke kamar mandi mau buang air, ayahnya marah lalu memanggilnya ke kamar.

Sebenarnya ini sudah biasa terjadi, tapi kali ini, Dylan sepertinya benar-benar sedih. Keluar dari kamar ayahnya, ia diam saja. Murung, kemudian ia masuk ke dalam lemari kecil, menutup pintu lemari dan menahannya dari dalam, tak mau keluar. Aku bingung, sepertinya ia menangis di dalam sana, tapi aku tak ingin mengganggunya. Terkadang, ada waktunya anak kecil harus dibiarkan, tak usah dibujuk.

Mendengar suasana yang begitu sunyi, ibu Dylan datang ke tempat kami. Ia terkejut melihat anaknya di dalam lemari. Ku biarkan Mrs Tyce membujuk anaknya, tapi ternyata tak berhasil, Dylan tetap tidak mau keluar dari persembunyiannya. Aku minta Mrs. Tyce membiarkan Dylan, aku yang akan membujuknya, akhirnya Mrs Tyce kembali ke kamarnya.

Ku lihat mainan Dylan. Ah iya! Ini senjataku! Aku tak meminta Dylan untuk keluar. Aku biarkan saja, seolah aku benar-benar tidak peduli. Ada robot dan monyet. Aku mainkan dua karakter ini, Really thank God that I have such unique skill to manipulate my voice😀

Robot dan monyet ini bertarung memperebutkan puing2 (ini mainan yang dirangkai2 menjadi gedung). Ceritanya, robot dan monyet ingin membangun gedung mereka sendiri, tapi karena puing2nya terbatas, mereka harus bersaing. Abot punya kekuatan, Monkey punya trik. Entah darimana aku punya ide aneh ini, tapi yang jelas, pintu lemari yang tadinya tertutup rapat sekarang merenggang. (lanjut episode 7)

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on July 30, 2012, in I am a Teacher and tagged , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: