Aku dan Dylan (Episode 3: Masih mencari cara)

Satu minggu pertama, aku masih mendekatkan diri dengan Dylan dengan memancing cerita sehari-harinya. Dylan bercerita bahwa ia sudah berpindah-pindah ke banyak negara. Sebelum di Indonesia, mereka sekeluarga tinggal di Malaysia kurang lebih 3 bulan. Di sana, Dylan tidak sekolah karena tanggung hanya 3 bulan. Ia hanya belajar dengan guru privat, sepertiku, perempuan.

                Dylan bercerita bahwa guru privatnya itu agak kurang lancar berbahasa inggris. Pernah suatu ketika, gurunya itu salah mengucapkan kata, yang akhirnya malah merubah maknanya. Ia tertawa terbahak-bahak. Aku, aku malah terdiam, semakin harus berhati-hati agar tak bernasib sama dengan gurunya yang di Malaysia itu.

                Muridku satu ini semangatnya terlalu tinggi. Ia tak bisa duduk diam untuk memperhatikan dongengku tentang matematika. Jelaslah, ia masih 7 tahun. Kak awam, guru dongengku, pernah menjelaskan bahwa ada penelitian bahwa anak yang berusia 7 tahun, waktu maksimal ia bisa fokus diam untuk mendengarkan dongeng/pelajaran hanya 7 menit; 8 tahun berarti 8 menit, dst. Dylan, masih 7 tahun, tak bisa duduk terlalu lama mendengarkan cerita matematikaku.

                Ia berlari keluar masuk kamar, berteriak-teriak sambil memainkan robotnya, ke dapur mengambil makanan. Meski belum waktunya istirahat, ia tetap meminta ibunya untuk membuatkan makanan yang ia minta. Masalahku, ibunya selalu memenuhi semua permintaan anak bungsu ini.

                Targetku adalah Dylan harus bisa perkalian, karena ia di Indonesia akan langsung masuk ke kelas 3 SD. Namun, target itu terlalu jauh, Dylan waktu itu bahkan belum bisa membaca bilangan 25.345. Apalagi penjumlahan bersusun, target perkalian pun menjadi jauh sekali. Meskipun demikian, Aku harus tetap optimis, masih ada waktu 3 bulan sebelum Dylan ikut tes seleksi masuk sekolah internasional di Jakarta.

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on July 29, 2012, in I am a Teacher and tagged , , , . Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: