Pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan

Aku wanita, dan aku bahagia bisa memiliki kesempatan untuk menjadi seorang ibu.

Kalian tidak merasakan betapa sulitnya membawa anak itu kemana-mana selama 9 bulan dan bagaimana rasanya menahan rasa sakit yang bertambah-tambah setiap hari ketika mengandung. Padahal saat itu kami belum pula mengetahui apakah nanti anak itu akan rela berkorban setiap hari untuk kami atau tidak. Meskipun demikian, kami bahagia dengan pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan ini.

Allah menjanjikan, jika kami mengandung janin dalam rahim kami, maka beristighfarlah para malaikat untuk kami. Ini imbalan pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan.

Kalian tidak merasakan bagaimana sakitnya melahirkan anak itu. Demi pekerjaan ini, kami mempertaruhkan nyawa kami, padahal saat itu kami pun tak tahu anak itu akan jadi anak durhaka atau berbakti kah nantinya. Meskipun demikian, kami bahagia dengan pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan ini.

Allah memberikan imbalan pahala jihad saat kami akan bersalin, kemudian mendapatkan pahala tujuh puluh tahun sholat dan puasa, serta setiap kesakitan pada urat kami itu akan diberikan satu pahala haji.  Apabila kami melahirkan anak, keluarlah kami dari dosa-dosa seperti saat ibu kami dahulu melahirkan kami. Ini imbalan pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan.

20an tahun yang lalu, kami bisa tidur nyenyak semalaman. Ini tidak lagi. Setelah anak ini lahir, kami resmi bekerja 24 jam sehari. Tangisannya menjadi alarm yang membuat kami harus mau bangun kapan saja. Padahal, nanti jika anak itu sudah besar, entah apa ia akan mau aku suruh pergi ke warung untuk sekedar membeli gula.

Allah memberikan satu pahala di setiap tetes air susu kami. Jika kami menyusui anak itu hingga cukup tempo dua setengah tahun maka malaikat di langit khabarkan berita bahwa syurga wajib bagi kami. Ini imbalan pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan.

Kami ditugaskan untuk mencintai anak itu melebihi cinta kami kepada diri kami sendiri. Ketika anak itu sakit, kami rela memindahkan rasa sakit itu ke dalam diri kami jika bisa. Padahal, saat itu kami tak tahu akankah anak itu akan merawat kami ketika kami sakit.

Jika kami memberi minum susu badan kepada anakn yang menangis itu, maka Allah beri pahala satu tahun pahala sholat dan puasa. Jika kami menghabiskan masa malam dengan tidur yang tidak selesai karena menjaga anak kami yang sakit, kami mendapat pahala seperti membebaskan dua puluh orang hamba. Ini imbalan pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan.

Kami harus bangun sebelum fajar untuk menghadap kepadaNya, kemudian menyiapkan sarapan untuk anak itu. Mungkin saja, anak itu terlalu terburu-buru, lupa berterima kasih, tapi kami sudah ditugaskan untuk tidak marah. Kami justru berucap doa semoga anak kami menjadi anak yang cerdas dan selalu dalam lindunganNya.

Ini pekerjaan kami, setiap hari. Anak itu tumbuhlah dewasa. Kami sakit, Kami ingin memintanya membuatkan makanan untuk kami seperti yang kami lakukan ketika ia masih kecil, tapi ia jauh merantau di pulau seberang untuk menuntut ilmu.

Benar kan, pekerjaan ini tentang memberi, bukan meminta balasan. Allah SWT telah meletakkan syurga di kaki kami. Nabi Muhammad menyebut “ibu” tiga kali sebelum menyebut “ayah”. Allah SWT melarang anak itu untuk membentak kami, bahkan melarang untuk sekedar berkata “Ah.”  Begitu indah kan pekerjaan kami ini, Yap, pekerjaan yang tak bisa kalian dapatkan, karena pekerjaan ini khusus untuk kami, dikontrak langsung oleh Allah SWT.

 

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on May 23, 2012, in Pemikiran Sakti Wai, Proyek Sastra Wai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: