Leonardo Kamilius (Pendiri Koperasi Kasih Indonesia)

Aku bertemu dengannya dua kali. Pertama di saat ia menjadi pembicara di National Conference Meet the Leaders, rangkaian acara Parlemen Muda Indonesia 2012, lalu bertemu lagi di acara Indonesian Young Change Maker Conferences. Kak Leon, begitu panggilan akrabnya.

Ketika istirahat makan siang acara IYCS 2012, aku mengobrol santai dengan beliau. Semakinlah aku kagum, orang sehebat itu ternyata sangat rendah hati. Lalu, kenapa aku menggolongkannya sebagai “orang super”?

Ceritanya, ketika SMA, nilai pelajarannya sangat jelek, tapi prestasinya di dunia basket bagus. Putus cinta adalah momen yang menjadi titik baliknya untuk menjadi lebih baik, hingga akhirnya ia menjadi lulusan terbaik dari Akutansi Universitas Indonesia. Waw!

Singkat cerita, ia terpilih masuk ke perusahaan McKinsey. Hebatnya lagi, dalam waktu 1 tahun, ia kerja keras, hingga bisa mendapatkan promosi. Cita-cita awalnya adalah ia mau mendapatkan jabatan tinggi di perusahaan dulu, baru nanti-nati berbuat sesuatu di Indonesia.

Ketika berada di posisi aman ini, ia justru tidak nyaman. Bermula dari keikutsertaannya menjadi relawan untuk korban gempa. Kondisi darurat dimana ia harus tidur tanpa kasur empuk dan tanpa makanan mewah seperti biasanya, inilah yang membuatnya tersentuh. Ia mulai “galau”. Ada sesuatu yang membuatnya ingin melakukan hal yang lebih untuk Indonesia. Ia berencana keluar dari McKinsey. Itu super!

Untungnya ia tidak langsung mengundurkan diri. Baru saja naik promosi. Setahun kemudian barulah ia keluar dari McKinsey.

Tuhan yang menunjukkan jalannya, akhirnya saya dikeluarkan dari McKinsey karena dalam 1 tahun setelah menjadi relawan itu kinerja saya menurun.”  Ceritanya sembari menyantap makan siang di gedung Indonesia Menggugat, Bandung.

Setelah keluar dari McKinsey, ia membuka sebuah yayasan bernama Koperasi Kasih Indonesia. Koperasi kasih Indonesia ini memberikan dampak yang besar bagi masyarakat yang memiliki kesulitasn ekonomi. Ia memberikan pinjaman tanpa jaminan untuk masyarakat tak mampu. Justru ini sangat membantu mengembangkan ekonomi mereka. Ekonomi mereka bisa tumbuh dengan baik. Itulah kak Leon, keluar dari kenyamanan, dan berbuat sesuatu untuk perekonomian Indonesia.

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on February 27, 2012, in Orang "super" and tagged , , , . Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. WOWWWWW
    keren banget euy itu si leonardo,

    saya pengen juga mbak ketemu beliau hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: