“MELUKIS MIMPI” – Kami Berbakti episode 1

Kalau kata orang “buku adalah jendela dunia”,  jendela mereka hanyalah Lembar Kerja Siswa. Ya, SD swasta yang sudah puluhan tahun berdiri ini belum punya perpustakaan untuk muridnya. Buku paket pelajaran tak ada, hanya LKS saja. Kualitas pendidikan? jangan ditanya, masih ada anak kelas 5 yang belum bisa baca tulis.Ini Jakarta! Pusat hedonisme, pusat pemerintahan, pusat perekonomian. Sekolah seperti di film Laskar Pelangi tidak hanya ada di daerah terpencil, saudaraku! SD ini terletak di Tambora, Jakarta Barat.

Oleh karena Itu, YAFI (Youth’s Act For Indonesia), membuat program bernama Kami Berbakti pada pertengahan desember lalu. Para pemuda, berhenti berkeluh kesah, masalah tak bisa selesai hanya dengan mengeluh dan protes pada pemerintah. Hayo kita beraksi! berbakti untuk negeri!

ini sepenggal kisah tentang Kami Berbakti episode 1 “MELUKIS MIMPI”

SESI 1. PEKERJAAN APA AJA YANG ADA????

“Ayo adik-adik, tulis apa saja pekerjaan yang kalian ketahui??? ini lomba ya, waktu kalian 3 menit”

“tukang galon, tukang sayur, satpol PP……” jawaban yg spontan sebelum bimbingan volunteer.

setelah bimbingan volunteer, barulah jawaban itu berkembang menjadi

“masinis, pilot, dokter, polisi, satpol PP, dll..”

“apa pekerjaan satpol PP ya adik??”

“aku tau kak!!! itu yang tukang ngusir2 pedagang”

oke, sekali lagi jawaban spontan itu selalu terkait dengan apa yang mereka lihat di sekeliling mereka.

SESI 2. ADIK MAU JADI APA?

Ini sesi yang paling jleb banget buat gw. setelah mereka membuat list daftar pekerjaan apa aja yang ada, mereka diminta untuk memilih “adik mau jadi apa?”. ini beberapa jawaban yang harusny bikin kita makin peduli pada mereka.

Seorang anak lelaki menulis “AKU MAU JADI  PRESIDEN.

lho, kok dicoret presidennya, dek?

“susah kak”

tak lama, ia menulis lagi “AKU MAU JADI POLISI

“lho, kok dicoret lagi?”

“ketinggian kak”

setelah beberapa menit berfikir, ia menulis “AKU MAU JADI NELAYAN”

lho, tadi polisi, kenapa sekarang mau jadi nelayan?”

“biar lebih mudah kak”

“Aku ingin menjadi atlet bulu tangkis supaya Indonesia menang” Dalam hati aku bergumam, “Subhanallah, pendidikanmu nyaris ditelantarkan oleh Indonesia, tapi kamu masih bercita-cita untuk mengharumkan nama indonesia.” Dalam kondisinya sekarang, fasilitas pendidikan terbatas, sekolah tak punya perpustakaan, modal belajar hanya Lembar Kerja Siswa (LKS), tapi ia tetap ingin berjuang mengharumkan nama Indonesia. Luar biasa! Semangat ya, Dik!

“Aku ingin menjadi artis supaya terkenal di TV” anak yang menulis cita-cita ini bekerja sebagai pembantu di rumah salah seorang personil Boy Band indonesia.

“Aku ingin menjadi Pramugari” ia menggambarkan cita-citanya pada sebuah kertas. Seorang pramugari di depan sebuah pesawat GARUDA INDONESIA, penerbangan ke SINGAPURA. Hayo adik! Terbangkan cita-citamu setinggi langit, lalu berjuanglah untuk meraihnya!!!

“Aku ingin menjadi Polisi supaya di Tambora gak ada maling”

“Aku ingin menjadi penjaga gawang tim Indonesia supaya gak kebobolan”

foto-foto gambar cita-cita mereka dapat dilihat disini.

SESI 3. KAKAK MAU JADI APA?

Ini sesi dimana para volunteer yang merupakan mahasiswa menceritakan cita-cita mereka, pengalaman mereka berkuliah, indahnya bisa kuliah, dll. YAFI ingin menyemangati adik-adik agar berani bermimpi. Mungkin mereka tak pernah membayangkan bisa kuliah, jangankan kuliah, membayangkan bisa memakai seragam putih abu-abu saja mungkin sebagian dari mereka tak berani. Disinilah peran kakak sangat penting untuk menjadi sosok yang mengisnpirasi adik-adik, menyemangati mereka bahwa mereka pun bisa untuk menjadi seperti kakak. Bahwa ada banyak beasiswa di luar sana, bahwa ada banyak orang yang peduli, bahwa setiap anak berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Mereka bisa jadi seperti kakak.

Seorang volunteer adalah mahasiswi kedokteran di salah satu perguruan tinggi di jakarta, berbagi pengalamannya tentang belajar menjadi dokter. Seorang adik sebelumnya menulis ingin menjadi dokter, ia mendengar kisah itu dengan antusias.

Mahasiswi lain bercerita bahwa ia ingin menjadi penyiar radio. Seorang adik ingin menjadi artis terkenal. Maka volunteer ini mengatakan bahwa nanti jika adik itu sudah terkenal, nanti diwawancara di radio kakak ya.

Ada juga yang menceritakan cita-citanya untuk menjadi pengusaha, ahli K3, dll. Intinya adalah berbagi cerita untuk menginspirasi dan memotivasi adik-adik.

Akhirnya, episode 1 Kami Berbakti “Melukis Mimpi” ini ditutup dengan sebuah semangat untuk menggapai cita-cita yang mereka telah tulis dan gambarkan dalam secarik kertas. Tentu saja, Kami Berbakti episode selanjutnya akan membantu mereka berjuang untuk mencapai mimpi tersebut.

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on December 26, 2011, in wai dan YAFI. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: