Belajar tanpamu

“Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya” Aku percaya itu, pun aku sudah ikhlas.
Hanya saja, Ada sesuatu yg tak sempat kita ungkapkan, kita tahu rasa itu.
Ternyata memang tidak perlu diucapkan, sekarang, atau kapanpun.
Dalam diam, aku masih meraba-raba kepergianmu yg terlalu cepat ini. Selamat jalan.

Baru saja aku tahu bahwa ternyata ada sesuatu yang spesial darimu yang membuatku merasa… Entahlah, aku pun tak berani mendefinisikan rasa itu. Sebut saja sebuah perasaan, tak harus kuberi nama. Aku tak berani mengerti rasa itu lebih dalam, lebih sering aku abaikan. Ternyata, belum sempat aku mengerti, kau sudah pergi.

Setiap yang bernyawa pasti akan menemui ajalnya. Pasti. Ya, aku tahu itu; hanya saja, aku lupa untuk mempersiapkan diri. Aku lupa bahwa kita bisa berpisah kapan saja, 10 tahun lagi, 50 tahun lagi, atau secepat ini. Kepergianmu lah yang mengingatkanku bahwa ajal tak pernah mengenal usia, tempat, dan waktu. Dalam diam…aku masih meraba-raba kepergianmu yang cepat ini.

Tapak kakiku terasa berbeda ketika sadar 1 orang tak lagi menginjak bumi yang sama. Pun berbeda ketika melihat handphone yang 1 nomor harus aku ubah namanya. Nanti ketika pesawatku mendarat di Jambi, rasa yang tak bernama itu akan semakin rumit untuk dijelaskan. Aku butuh waktu untuk menyesuaikan diri.

Arti sebuah kerja keras, kemandirian, kedisiplinan, kesabaran, terimakasih sudah mengajarkanku banyak hal. Semangatmu akan terus hidup mengiringi aku yang masih diberi waktu olehNya untuk berjuang. Juga terimakasih karena telah mengingatkanku betapa pentingnya arti waktu.

Insyaallah, aku sudah mengikhlaskanmu. Doaku semoga Allah memberikan tempat terbaikNya untukmu dan semoga Dia menjawab perasaanku yang yang semakin rumit untuk dinamai ini.

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on December 19, 2011, in Proyek Sastra Wai. Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. semua akan terasa sangat berharga ketika menghilang, tetapi jika memang Allah sudah menentekuna semua hal itu cukup satu saja perasaan yang harus dimiliki, berusaha ikhlas untuk menerima🙂
    semoga almarhum diterima yang terbaik disisi Allah SWT amin

  2. dia berarti banget ya Wai….
    sampe-sampe trasa nyentuh banget cerita.a…..

    dia pasti bangga kalo juwai berhasil… dan bisa membanggakan dia…
    berdoalah wai, semoga dia juga akan slalu ingat kamu di sana….

    bayangkan senyumnya… sebagai motivasi jiwa tuk menghadapi semua… pasti JUWAI bisa’!!

  1. Pingback: Belajar Tanpamu | Juwairiyyah | airy blog

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: