Melirik Potensi Industri Kreatif di Provinsi Jambi

Sebagian besar masyarakat provinsi Jambi masih berfikir untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil.Tidak ada yang salah dengan pilihan ini karena setiap orang boleh memilih jalan hidupnya. Hanya saja, sudah menjadi rahasia umum bahwa butuh “modal uang” yang besar untuk menjadi PNS di Provinsi Jambi. Suap menyuap sudah tidak asing lagi, bahkan dianggap sebagai modal utama jika ingin lolos tes penerimaan CPNS Jambi.

Uang Suap tidak sedikit, bisa puluhan hingga ratusan juta rupiah, tergantung “siapa yang anda kenal”. Coba bayangkan, sayang sekali kan jika ratusan juta dikeluarkan untuk jadi PNS? Bagaimana kalau uang itu dijadikan modal usaha? Selain bisa memberikan return, usaha di Jambi juga bisa banyak membantu penduduk jambi yang lain, lebih hebat lagi jika bisa menyelamatkan alam.

Berikut adalah salah satu peluang bisnis di provinsi Jambi hasil pengamatan saya..🙂

Kabupaten Tanjung Jabung Timur adalah salah satu Daerah Tingkat II di Provinsi Jambi.  Kabupaten ini dikaruniai sumber daya alam yang berlimpah. Pada tahun 2009, Produksi padi mencapai 107.895 ton;  3.379 ton produksi kedelai dan jagung; 51.826 ton kelapa sawit; 5.681 ton pinang; 25.564 ton kelapa sawit; selain itu masih banyak lagi produksi peternakan, pertambangan, dan industri lain yang bisa dikembangkan.

Tanjung Jabung Timur memiliki potensi besar untuk industri kreatif pengloahan limbah kelapa. Data 2009 menunjukkan bahwa produksi kelapa daerah ini melebihi 51 ribu ton per tahun. Kebanyakan masyarakat hanya mengolah kelapa menjadi kopra, santan, dan minyak kelapa, sementara bagian kelapa yang lain tidak diolah. Tempurung kelapa terkadang dibakar menjadi arang atau sering kali hanya dibuang di halaman rumah. Sabut kelapa pun mengalami hal serupa, hanya disebarkan di halaman untuk menutupi tanah gambut yang berair. Bagian-bagian yang tidak diolah tersebut menjadi limbah yang menumpuk di daerah ini.

Limbah kelapa bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai lebih tinggi. Dengan bantuan kreativitas, sabut kelapa tersebut bisa diolah menjadi pot, keset, topi, kasur, bantal, guling, matras, coco net, tas, dll. Selain itu, tempurung kelapa juga bisa diolah menjadi ikat pinggang, piring, nampan, aksesoris, kalung, jepit rambut, pajangan, mebel, bahkan hiasan peti mati yang berharga tinggi.

Sabut kelapa dapat diolah menjadi media tumbuh untuk berbagai tanaman hias.Permintaan serat sabut kelapa di pasar internasional masih sangat tinggi. Jok mobil-mobil mewah banyak yang diisi dengan serat sabut kelapa tersebu, dan untungnya, tidak semua negara bisa memproduksi sabut kelapa.  Indonesia adalah salah satu negara yang subur untuk ditanami kelapa, dan Jambi merupakan salah satu provinsi yang terbanyak memproduksi kelapa. Maka, ada peluang besar untuk masuk ke pasar serat sabut kelapa tersebut.

Selain itu, serat sabut kelapa yang dibentuk menjadi pot bisa mempunyai nilai artistik tersendiri serta ramah lingkungan karena berfungsi sebagai hara ketika habis masa pakainya.  Pot yang dibuat dari sabut kelapa menyerap air sehingga air lebih merata disekeliling tanaman dan memberikan keleluasaan akar tumbuh kesegala arah oleh sebab itu tanaman dapat menjadi lebih sehat. Aplikasi penggunaan Cocopot dapat diaplikasikan dengan Cocomesh (jaring sabut kelapa). Cocomesh merupakan jaring sabut kelapa yang biasanya dibuat dengan panjang 50 m x 1,5 m dengan masing-masing jaring 15 x 15 cm. Cocopot diletakkan sebagai dasar, kemudian ditutup dengan Cocomesh untuk merekaatkan Cocopot.

Selain sabut, tempurung kelapa bisa pula diolah menjadi Ikat pinggang yang berharga tinggi. Ikat pinggang adalah salah satu aksesori yang nyaris tidak pernah sepi permintaan. Terutama, untuk kaum wanita. Mereka kini cenderung memilih ikat pinggang yang terbuat dari bahan baku alami seperti, ikat pinggang dari batok kelapa. Untuk ekspor saja rata-rata di atas 3.000 pcs per bulan, dengan tujuan paling banyak ke negara Eropa. Harga ikat pinggang mulai Rp 45.000 sampai Rp 65.000 per pcs. Harga ini setara dengan proses pembuatannya memiliki ketelitian dan kerumitan yang tinggi pula.

Produk lain seperti kalung dan jepitan rambut dari tempurung kelapa juga banyak diminati . Untuk membuatnya butuh kreativitas. Aneka kerajinan yang dibuat dari bahan baku batok kelapa, sampai saat ini permintaannya masih ramai di pasar ancanegara.Beberapa negara di Uni Eropa seperti Inggris tercatat sebagai negara pengimpor paling banyak untuk mata dagangan kerajinan tersebut.

Industri Kreatif memiliki jangkauan yang luas sekali, apalagi untuk daerah dengan produksi kelapa seperti tanjung jabung timur ini. Di Jakarta saja sudah terlihat banyak bunga-bunga penghias pojok ruangan yang cantik dan terbuat dari sabut kelapa dan batok kelapa. Belum lagi pajangan, pin, piring, dan benda-benda cantik lain yang terbuat dari batok kelapa juga sangat menarik perhatian pasar baik pasar nasional maupun internasional. Untuk semua itu, memang dibutuhkan kreativitas dan keterampilan yang baik.

Usaha ini sangat cocok dilakukan di daerah tanjung jabung timur karena memiliki prospek yang baik. Daerah ini mulai dikembangkan menjadi salah satu pintu gerbang perdagangan ekspor dari provinsi Jambi, sejalan dengan visi daerah tersebut “Mewujudkan tanjabtim sebagai pintu gerbang perekonomian provinsi Jambi berbasis agribisnis. “.  Rencananya, Semua ekspor dari provinsi Jambi akan keluar melalui pelabuhan Muaro Sabak, oleh karena itu, pemerintah mulai melakukan perbaikan infrastruktur. Hal ini menunjukkan bahwa untuk jangka panjang, Tanjung Jabung Barat akan menjadi jalur perdagangan yang ramai.

Struktur penduduknya pun mendukung untuk didirikannya industri kreatif pengolahan limbah kelapa ini. Sekitar 64% penduduk tanjung jabung barat termasuk dalam golongan usia produktif 15-60 tahun, dan 70% dari jumlah tersebut masih bekerja di bidang pertanian. Banyak potensi pekerja yang bisa diajak bergabung ke dalam industri ini.

Namun, ada beberapa kelemahan dari daerah ini; diantaranya adalah masih buruknya infrastruktur daerah. Masih banyak jalan yang rusak sehingga menghambat transportasi darat dari Kabupaten tanjung jabung timur menuju Kota Jambi yang merupakan ibu kota Provinsi Jambi. Namun, pemerintah provinsi Jambi sedang melakukan pembenahan infrasturktur daerah. Selain itu, aliran listrik di daerah ini juga belum merata, juga menjadi perhatian pembenahan bagi pemerintah.

Tantangan lain dari industri ini adalah kurangnya kreativitas masyarakat untuk mengolah limbah menjadi produk yang memiliki nilai tambah. Karena itu, diperlukan adanya pelatihan keterampilan sebelum benar-benar menjalankan usaha ini. Rencananya, kami akan bekerja sama dengan Kasi Bina Usaha Industri Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Promosi Daerah (Disperindagproda) untuk melakukan pelatihan keterampilan bagi penduduk setempat.

Industri kreatif pemanfaatan limbah kelapa ini akan mendapatkan kompetitor dari kabupaten tanjung jabung barat. Di sana ada suatu kelompok Usaha Bersama yang saat ini sudah berjalan mengembangkan usaha serupa dengan jumlah pekerja 11 orang. Kelompok ini memiliki kapasitas produksi per bulan 150 buah hasil karya cipta. Namun, setelah diamati, ternyata kelompok ini belum memiliki strategi pemasaran  yang kuat. Karena produk masih di jual sebatas di galeri seni kerajinan khas jambi di bandara Sultan Thaha jambi. Hanya beberapa produk saja yang berhasil ke luar negeri. Produk yang dihasilkan juga masih kurang bervariasi, yaitu tas, dompet, kalung, gelang, bros jilbab, jam tangan, cangkir dan tasbih. Sementara limbah sabut dan tempurung masih bisa di kembangkan menjadi produk yang lebih tinggi dari itu, seperti yang telah dijelaskan di atas.

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on July 11, 2011, in Pemikiran Sakti Wai, Wisata Jambi. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: