ROMANTISME JARAK

Jarak memang telah memisahkan raga anak dengan orang tuanya, kakak dengan adiknya, cucu dengan kakek serta neneknya, seorang remaja dengan sahabat-sahabatnya, dll. Namun, Jarak tak mampu memisahkan hati mereka yang selalu bersatu dalam doa dan cinta. Jarak menciptakan romantisme kerinduan yang begitu indah. Bagiku, menahan kerinduan adalah ujian terindah dari sebuah cinta…



Malam ini seorang gadis berbaring di sebuah kamar kost. Hampir 2 tahun sudah ia merantau di jakarta untuk menuntut ilmu. sudah separuh dari perjuangan kuliah telah terlewati dengan segala rintangan dan cobaan. Jarak selalu menciptakan sebuah kerinduan, yang kalau lah itu penyakit tentu sudah stadium akhir. Dalam kerinduan itu, ia Bersyukur.

Malam ini juga seorang ibu sedang bermain dengan anak bungsunya yang hampir berusia 3 tahun. Tawanya begitu renyah ketika bisa berkata “merrah”, Ya, dia baru bisa menyebut konsonan R. Lucu sekali anak itu. Ia adalah adik bungsu dari sang gadis. Meski tak begitu sadar, terkadang ia juga merindukan kakaknya dan bertanya kepada ibu, “kk dmn?”. Ibu hanya tersenyum dan berkata “kakak sekolah” yang kemudian dijawab lagi oleh si anak “dedek juga mau sekolah nanti ya ma”. Allah memang sangat romantis, menciptakan si kecil ini sebagai penghibur ibu tepat beberapa bulan sebelum anak-anak gadisnya pergi dari rumah untuk menuntut ilmu.

Ayah bukanlah orang yang sering mengekspresikan emosinya. Ia cenderung lebih banyak diam dan memendam semua perasaan. Sebatang rokok diisap, kemudian dihembuskannya, itu isapan terakhir, lalu ia buang puntung rokok itu ke asbak. Hari ini melelahkan memang, tapi setelah tadi mendapat berita bahwa anak gadisnya sudah sehat setelah kecelakaan seminggu yang lalu, lelahnya tak lagi terasa. Lega dan bersyukur.

Malam ini gadis lain sedang berbaring di kamar asrama. Ia putri kedua di keluarga ini. UAS selesai sudah, ia tak sabar lagi ingin pulang dan berkumpul dengan keluarganya. Apa kabar ayah dan ibu? Apa kabar si adik kecil? Apa kabar kakak? Ia merindu.

Nenek adalah orang yang paling mudah menangis. Di rumah lain, ia memang merindukan anaknya yang sekarang sudah punya keluarga kecil itu. Namun, bukan anaknya yang membuat air matanya menetes malam ini. Ia teringat cucu tertuanya yang sangat ia sayangi. Makan apa ia malam ini? Bukankah di dapur itu adalah makanan kesukaannya? Sudah tidurkah ia? Apakah ada nyamuk di kamarnya? Apakah jendela kamarnya sudah terkunci dengan sempurna? Nenek juga adalah orang yang sering mencemaskan soal keamanan,apalagi cucunya adalah seorang gadis.

Kakek, seperti ayah, tak bisa tertebak emosinya. Tapi ia lebih bisa membangun suasana. Ketika mata nenek sudah mulai berkaca-kaca menahan kerinduan, kakek sering membuat lelucon hingga nenek tertawa lagi. Kakek adalah orang yang paling tegar. Meskipun demikian, ia tetap merindukan cucu perempuannya yang 10 tahun lalu setiap hari diajaknya jalan-jalan di sore hari.Ketika sudah besar pun, gadis dan kakek sering duduk berdua di pendopo sebelah rumah, untuk bercerita.

Jarak telah menciptakan kerinduan yang luar biasa di hati mereka. Kerinduan yang tidak pernah sekalipun diutarakan lewat kata-kata oleh mereka karena takut hanya akan menambah kerinduan bagi yang mendengar. Menahan kerinduan adalah ujian terindah dari sebuah cinta. Untuk semua romantisme kerinduan yang begitu indah yang telah diciptakan oleh jarak, kita patut bersyukur pada DIA Yang Menguasai hati.

wai
29 Mei 2011

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on May 29, 2011, in Proyek Sastra Wai. Bookmark the permalink. 1 Comment.

  1. ibuuuuu aq kangennnnnnnnnnnnnn!!!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: