Adakah yang salah dengan system pendidikan di Indonesia?

Adakah yang salah dengan system pendidikan di Indonesia? Kenapa hampir semua siswa menginginkan bimbingan belajar tambahan di luar sekolah? Kurang banyakkah pelajaran di sekolah? atau justru metode belajar di sekolah menyulitkan siswa menerima pelajaran sehingga butuh bimbingan belajar?


Sebelumnya, saya mau jujur, saya bukan mahasisi fakultas ilmu pendidikan, melainkan mahasiswi jurusan manajemen bisnis. Apa hubungannya dengan pendidikan? Entahlah, saya hanya tertarik dengan bidang yang menjadi dasar keberhasilan suatu Negara ini—pendidikan! Selamat membaca.

Saya bertanya kepada teman2, siapa diantara kalian yang sejak SD hingga SMA tidak pernah mengikuti les bimbingan belajar di luar sekolah? Dari sekian orang yang ditanya, sangat sedikit sekali yang tidak pernah mengikuti les bimbingan belajar di luar sekolah

Apa alasan orang tua atau siswa mengikuti bimbingan belajar tersebut? Apakah karena merasa ilmu dari sekolah itu kurang banyak? Ataukah karena anaknya kesulitan dalam menerima pelajaran di sekolah sehingga harus ditambah dengan bimbingan di luar? Aneh sekali bukan? Banyak orang yang sekolah, tapi merasa tidak puas, lalu menambahnya dengan bimbingan di luar? Bukan hanya satu atau dua orang murid saja, tapi kebanyakan murid mengikuti bimbingan di luar. Seburuk itu kah sekolah formal?

Kalau memang alasan siswa mengikuti bimbingan belajar di luar sekolah adalah karena kesulitan menerima pelajaran, harusnya ini menjadi bahan introspeksi  bagi pihak sekolah. Apakah kualitas guru yang mengajar benar-benar kompeten? Bukan hanya dari ilmu yang dimiliki oleh guru tersebut, tapi METODE MENGAJAR, cara guru menyampaikan ilmunya kepada siswa agar siswa tersebut lebih mudah mengerti. Ada banyak sekali guru yang pintar dan sangat menguasai pelajaran, tapi tidak pintar dan tidak menguasai metode yang baik untuk mentransfer ilmunya kepada siswa. Mungkin karena itu siswa jadi kesulitan dalam  menerima pelajaran.

Bimingan belajar di luar sekolah biasanya menawarkan metode belajar yang lebih menyenangkan dan mudah dimengerti oleh siswa. Jujur saja, saya juga siswa yang ikut kursus bahasa inggris di luar sekolah. Ketika SD saya mendapat mata pelajaran Bahasa Inggris. Namun, nilai saya tidak terlalu memuaskan. Hingga akhirnya di kelas 5, saya mendapat semangat yang sanga besar untuk berbahasa inggris karena terinspirasi oleh orang-orang di televisi. Semenjak  itu, saya meminta orangtua saya untuk mendaftarkan saya di salah satu lembaga kursus bahasa Inggris.

Pertayaan besar adalah, kenapa waktu itu saya minta kursus? Kenapa saya tidak berusaha lebih tekun saja belajar di sekolah? Entahlah, pola pikir yang ada adalah belajar di lembaga di luar lembaga lebih baik daripada belajar di sekolah. Hingga akhirnya setelah 4 tahun kursus, saya berhasil menamatkan level conversation di lembaga tersebut. Sekolah? Sepertinya sekolah tidak banyak berperan untuk membantu saya mendapatkan kemampuan berbahasa inggris seperti saat ini.

Seburuk itukah sekolah? Tidak juga, hanya mungkin ada system yang perlu dibenahi. Mungkin kita bisa melakukan riset kecil2an untuk membahas topik ini.

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on May 26, 2011, in Pemikiran Sakti Wai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: