Keunikan Identitas “Mahasiswa Universitas Bakrie”

Nama keluarga Bakrie sudah sangat dikenal di kalangan masyarakat Indonesia. Memiliki banyak perusahaaan yang bergerak di berbagai bidang, keluarganya dimasukkan ke dalam daftar jajaran orang terkaya di Indonesia.. Bahkan, ada majalah yang mendaulat Aburizal Bakrie sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia. Besarnya nama Bakrie ini membuat saya merasa “unik” ketika memiliki identitas sebagai salah satu mahasiswa Universitas Bakrie. Kenapa???

Universitas Bakrie adalah universitas yang dikelola oleh Yayasan Pendidikan Bakrie, sebuah yayasan yang didirikan keluarga Bakrie dengan fokus kegiatan di bidang pendidikan. Ratusan mahasiswa menerima beasiswa yang berasal dari perusahaan-perusahaan milik keluarga Bakrie untuk bersekolah di Universitas yang berbasis technopreneur ini. Sebuah kesempatan yang berharga untuk menuntut ilmu ditengah kesulitan ekonomi rakyat Indonesia. Saya adalah salah satu dari beberapa mahasiswa yang mendapat beasiswa itu setelah melalui tes.

Seperti yang saya katakan tadi, memiliki identitas sebagai salah satu mahasiswa Universitas Bakrie adalah hal yang “unik”. Setiap kali memperkenalkan diri dengan identitas itu, saya akan mendapatkan berbagai macam respon; baik respon positif maupun negatif. Awalnya memang agak risih dengan respon orang terhadap identitas saya ini, tapi lama-kelamaan saya mulai belajar meyikapinya dengan memberikan penjelasan kepada mereka.

Ketika memperkenalkan diri di seminar, workshop, kegiatan sosial, atau kegiatan lainnnya yang berhubungan dengan masyarakat luar, Beberapa respon yang paling sering saya dapatkan adalah

“mahasiswa Bakrie ya? Tolong bilangin ke Pak Ical ya, dapat salam dari masyarakat Sidoarjo atau ada pula “suruh bayar pajak tuh perusahaannya”

“wah, hebat y bisa mendapatkan beasiswa! Berarti nanti kamu dikontrak kerja di perusahaan milik keluarga Bakrie ya?”

“oh, Universitas Bakrie, itu kampusny masih baru kan? Apa sudah terakreditasi? Kenapa kamu mau kuliah disana?”

Respon berbeda akan saya dapatkan ketika memperkenalkan diri di tempat yang berbeda dan kondisi yang berbeda. Bagaimana saya—mahasiswa—menganggapi respon-respon tersebut? “keunikan” seperti apa yang saya rasakan?

Silahkan Baca tulisan lain Mahasiswa Bakrie Menanggapi Respon Masyarakat tentang Lumpur Lapindo

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on February 8, 2011, in Dan Lainnya, Metamorfose Kuliah Wai, Pemikiran Sakti Wai and tagged , , , , . Bookmark the permalink. 3 Comments.

  1. aku calon maba univ bakrieee jurusan komunikasiiiii, salam kenal yaaah check blogku newrulsugar.blogspot.com

  2. Halo mbak juwairiyyah, salam kenal..
    saya setuju dengan opini mbak tentang penilaian kebanyakan masyarakat tentang “bakrie” sendiri.
    Saya pikir kebanyakn orang menilai secara objektif, dan bukan menilai dari subjektif nya.
    apa yang dilakukan oleh yayasan pendidikan bakrie ini adalah suatu bentuk komitmen untuk mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara.

    dan juga mbak pada kesempatan ini saya ingin bertanya sedikit tentang prasyarat dan syarat untuk mengikuti USM Universitas Bakrie.

    Perkenalkan nama saya, Yosua Ritonga. Saya alumni dari sekolah kejuruan di Batam jurusan Elektronika angkatan 2010/2011. Saya selalu mengikuti Perkembangan ter-update tentang USM Universitas Bakrie kurang lebih 6 bulan ini, karena sudah sejak lama saya menaruh ekspentansi sangat besar untuk bisa bergabung dengan rekan-rekan sekalian. Saya bukanlah berasal dari keluarga yang mampu. Saya menunggu selama 1 tahun demi impian saya yaitu kuliah di Universitas Bakrie, ini saya lakukan karena saya harus mengatur keuangan untuk biaya administrasi dan juga untuk biaya transportasi apabila nanti saya di terima di Universitas Bakrie. Jujur, perlu saya akui pada saat saya menerima ijazah pada bulan kemarin saya ingin sekali mendaftar akan tetapi.., saya tidak bisa berbuat banyak. Dalam kurun waktu 1 tahun saya bekerja pada sebuah perusahaan manufaktur di batam, dalam waktu 1 tahun ini juga saya terus mempelajari soal-soal test tentang TPA dan lainya yang saya unduh dari internet ataupun dari toko buku gramedia yang saya sisihkan dari gajian saya perbulanya. Ini saya lakukan, karena ini merupakan bukti bahwa saya tidak pernah menyerah dengan segala kondisi yang saya alami dan terus berusaha. Saya pernah mencoba sebanyak 3 kali dan semuanya gagal dengan berbagai macam alasan. Tetapi saya tidak berhenti, saya terus mencari dan juga tidak lupa berdoa agar saya bisa menemukan tempat untuk bisa melanjutkan pendidikan kembali. Dan pada suatu saat saya diberitahu oleh teman SD saya melalui chatt di Facebook untuk mencoba pada Universitas Bakrie. Saya langsung mencari kata “Universitas Bakrie” pada google dan memang benar saya langsung tertarik pada Universitas Bakrie lalu saya berpikir dan berdoa semoga Universitas Bakrie menjadi jalan selanjutnya. Dan mulai pada saat tanggal itulah yaitu 30 mei 2011 saya memulai berlomba dengan waktu untuk mendapatkan 1 kursi pada Universitas Bakrie. Semangat ini bermula ketika saya membaca tentang “program beasiswa yang ditawarkan oleh pihak Kelompok Usaha Bakrie melalui Yayasan Pendidikan Bakrie”.

    Tentunya saya perlu melakukan Persiapan dalam mengikuti USM Universitas Bakrie. Saya sangat tertarik dengan Prodi Ilmu Politik, saya memilih Prodi Ilmu Politik karena saya ingin membangun kondisi di sekeliling saya ke arah yang lebih baik. Politik dalam opini masyarakat selalu negative, ketika orang berkumpul di warung atau pangkalan ojek ketika mereka membicarakan Negara ini mereka selalu mempunyai stigma “negative” terhadap Perpolitikan di Indonesia yang selalu diwarnai Kolusi,korupsi,dan Nepotisme. Dan tidak perlu saya pungkiri memang itulah yang terjadi. Dan pertanyaanya adalah, “what I must should do?”. Pada saat saya seorang anak kecil pada saat belajar PPKN pada waktu saya SD dulu saya diajarkan untuk memiliki jiwa nasionalis yang tinggi dan itu terbenam dalam otak saya sampai sekarang.

    Semuanya menjadi suatu keterikatan, akan tetapi saya perlu menghadapi ujian USM Universitas Bakrie untuk bisa terjun kepada ujian yang sebenarnya. Pada kesempatan ini saya juga ingin bertanya tentang:

    1.Apakah pendaftaran UMM-UB akan diadakan kembali di Batam seperti Tahun lalu ? karena saya melihat pada UMM-UB pada tanggal 28 April 2012 diadakan di Jakarta – Padang – Pekanbaru.

    2. Untuk materi yang di ujikan, Mata Pelajaran apa saja yang diujikan? Dan apakah sama antara Prodi Ilpol dengan Prodi lainya? Dan juga komposisi materi yang diujikan kebanyakan berasal dari kelas berapa?

    3.Apabila saya gagal pada UMM-UB untuk program beasiswa apakah saya bisa mendaftar kembali pada ujian SPMBN(UMB-PT)?

    4.Apabila saya gagal dalam program beasiswa yang ditawarkan, berapa biaya untuk mahasiswa reguler?

    dan apabila ada masukan baik berupa nasihat atau anjuran dari mbak juwairiyyah saya sangat senang. apabila saya ada kesalahan dalam penulisa koment saya ini saya mohon maaf yang sebesar-besarnya.

    Sekian yang bisa saya sampaiakan,saya mengucapkan banyak terima kasih untuk kesediaanya membaca surat ini. Sukses untuk Universitas Bakrie. Dan juga rasa hormat saya kepada Kelompok Usaha Bakrie melalui Yayasan Pendidikan Bakrie yang mengadakan program beasiswa. Sungguh ini memang hal yang brillian untuk mencerdaskan kehidupan anak bangsa agar bisa bersaing dalam dunia globalisasi sekarang ini.

    Salam Hormat,

    Nb:

    * ritonga.yosua@gmail.com
    * http://facebook.com/yosuaritonga

  3. tolong balas ke e-mail saya dong..

    saya sudah mengirim ke akun universitas bakrie sendiri tapi belum ada balasan..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: