dikira sedang diperkosa..*kuclukteater*

Malam tadi aku latihan teater lagi, ini persiapan untuk pementasan kami yang kesekian kalinya. “Ibu hanya titip salam pada dunia” itu judul pementasan kami di acara penandatanganan penyerahan beasiswa PT. Bumi Resources minggu depan. Anak Teater Ub memang selalu bersemangat jika disuruh mentas. Selalu ada energi untuk latihan hingga larut malam, setiap hari, meski besok pagi ada kuliah. Senangnya, selalu ada kisah di setiap kali kami latihan. Ini kisahku malam tadi, 16 Desember 2010…

Semalam tak banyak yang datang latihan, mungkin karena sebagian ada kuliah malam, tugas, dsb. Yah begitulah, kami tetap mahasiswa yang memiliki tugas utama untuk menuntut ilmu; apalagi kami menerima beasiswa dari perusahaan-perusahaan bakrie, IP tetaplah harus menjadi prioritas jika tak mau beasiswa itu dicabut. Tapi tak masalah, selama masih bisa mengatur waktu, organisasi dan kuliah tetap bisa berjalan beriringan.

Tak sampai sebulan lagi kami akan menghadapi UAS, setumpuk tugas harus diselesaikan, tapi latihan teater ini juga penting. Menyusun skala prioritas, akhirnya aku putuskan untuk latihan teater saja malam ini. Namun rupanya hatiku tetap saja tak tenang. Ada 10 makalah yang harus aku selesaikan dalam waktu 2 minggu. Ah.. dosen-dosen kompak sekali, berbarengan memberikan tugas ketika menjelang UAS. Teater ada pula kegiatannya. Hatiku pun galau, rindu kepada keluarga selalu membuatku merasa ingin cepat liburan saja dan pulang ke kampung halamanku: jambi.

Semua carut-marut pikiranku itu membuat aku ingin teriak. Teriak sekeras-kerasnya. Ya, di teater kami biasa melakukan hal itu. Anak teater harus memiliki vokal yang lantang agar bisa didengar oleh penonton, makanya kami sering latihan olah vokal dengan berteriak. Malam tadi aku berteriak..

Teriak yang kencang!! Keluarkan semua kepenatanmu! Teriak yang kencang! Buang semua pikiran kacaumu! Teriak yang kencang! Hilangkan pikiran negatifmu. Teriak yang kencang! Agar lega hatimu. TERIAK! SEKENCANG-KENCANGNYA!

Aku dan Galang mengawali “prosesi” teriak-teriakan itu. Berjalan kami di Taman Firdaus yang terletak di sebelah kampus, tak jauh dari tempat anak-anak teater latihan. Awalnya kami bingung mau teriak apa…

  • galang : “AAAAAAAGHHHH!!!’ (Berteriak)
  • wai : “AAAAAAAGHHHHH!!”
  • Galang: “Aaaaaaaaaagh!!”
  • wai : “AKU MAU PULAAAANG”

Teriakan itu terdengar sangat tidak kreatif.. “ga nyeni”. Apa ya teriakan yang bisa di-teater-kan? Galang berinisiatif “eh, gimana kalau kita berteriak kayak ada pemerkosaan”. Ini sudah larut malam, taman firdaus tak ada orang, kecuali penjaganya. Kami kira penjaganya juga sudah hafal dengan teriakan anak-anak teater, jadi tak masalah lah kalau kami berteriak adegan pemerkosaan. Hitung-hitung eksplorasi diri. Toh, kami tidak sedang benar2 melakukan adegan pemerkosaan. Bagaimana mau melakukan adegan itu, kami saja berdiri masing-masing terpisah di jarak yang jauh.

  • Galang : “BUKA!”
  • Wai: “Jangan”
  • Galang : “BUKA!!!
  • Wai : “TOLOOONG! JANGAAN!

Tiba-tiba penjaga Pasfes menyalakan senternya, dan mencoba mencari-cari asal suara itu. Mungkin dia mengira sedang terjadi pemerkosaan benaran. Aku yang berjarak beberapa meter dari galang kemudian mengganti kata-kata. Kami tidak meneruskan sahut-sahutan teriakan itu. Aku meneriakkan adegan Sententia, sebagai Ignis, dan galang sebagai Bumi.

Wai: “Since their anchestor recognize my existence, bla..bla..” (berjalan meninggalkan taman firdaus”)

Galang pun melakukan hal yang sama, akhirnya perlahan kami meninggalkan taman firdaus, bersama anak teater lain dan ikut latihan naskah baru…

Ada-ada saja.. Aku senang, paling tidak teriakan gila tadi bisa melepaskan penat..

 

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on December 17, 2010, in Dan Lainnya, Metamorfose Kuliah Wai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: