Masalahnya itu bukan masalah!

Moshi-moshi! ^_^
dah lama ya ga posting tulisan “pemikiran sakti wai”, akhir-akhir ini yang ditulis malah agenda harian..
yah.. tapi gapapa dh, yg penting nulis…
Keep writing wai!!
ini kisah hari ini, 13 Desember 2010..

Es campur masih kurang rame kalo dijadikan perumpamaan bagi perasaanku saat ini. Sedih, galau, senang, cemburu, sayang, kangen, rindu, dan perasaan abstrak lainnya sulit sekali diungkapkan dengan kata-kata. Bagaimanapun, aku harus tetap menulis, kan..

Senin ini diawali dengan sakit perut. Yah,, kau tau lah, masalah bulanan seorang wanita. Malam tadi aku meringis kesakitan di kamar. Seperti ada dosen yang sedang mengamuk di perutku, atau seperti ada ribuan mahasiswa yang berdemonstrasi didalam sana. Tak jelas sekali sakitnya, hingga subuh baru aku bisa tidur lagi, untung pula pagi ini kuliah Pengantar Bisnis ditiadakan. Ada yang tahu, bagaimana cara menghilangkan penyakit bulanan ini???

Siangnya kuliah Pengantar akuntansi. Setelah UTS, aku merasa ada sedikit penurunan dalam perkuliahanku. Beberapa materi susah masuk ke otak, mungkin aku harus belajar lagi. Ya, harus! mengingat aku akan jadi tutor lagi untuk persiapan UAS pertengahan januari nanti. Tantangan yang harus dihadapi, Bismillah…

Sepertinya bulan ini bulan galau, banyak saudaraku di teater yang pusing dengan masalahnya masing-masing. Sore ini aku menggalau bersama mereka. Ada yang heboh masalah nilai kuliah menurun, ada yang memikirkan tugas-tugas kuliah, ada yang punya masalah keluarga, dan ada pula aku dengan masalah super complicated ini. Hayo wai, semangat! Tuhan ingin memberimu ketegaran sebagai hadiah bertambahnya umur, karena itu Dia memberimu masalah.

Berbicara mengenai masalah tadi, aku teringat sebuah kata indah

“Setiap Hidup pasti ada masalah.
Kalau tidak ada masalah, itulah masalahnya.
Jangan pernah mempermasalahkan masalah, sebelum masalah mempermasalahkan anda”

Banyak orang (termasuk aku) sering kali menganggap masalah adalah sebuah masalah. Tetapi, jika mau berfikir out of the box, akan ada banyak pelajaran dan kebijaksanaan di setiap detail masalah. Cobalah kau renungkan sejenak,,

Anak bayi awalnya hanya bisa berbaring, kemudian berlatih merangkak. Namun, ia ingin menjadi seperti orang disekitarnya yang bisa berjalan, karena itu ia pun belajar. Jika kau perhatikan, bayi itu terjatuh ratusan kali ketika ia belajar berdiri. Belajarlah dari semangat seorang bayi. Meski jatuh bangun, ia tak pernah menyerah, terus berusaha, hingga akhirnya ia mendapatkan hadiah atas usahanya itu, berupa kemampuan berjalan.
Bayangkan, bagaimana jika bayi itu berkata,

”ah, berjalan terlalu sulit, jatuh itu sakit, aku tak mungkin bisa berjalan seperti ayah dan ibuku, sudahlah, aku merangkak saja.”

apa yang akan terjadi?? Subhanallah, Allah meletakkan semangat yang luar biasa di setiap bayi, dan meletakkan penyemangat di sekeliling bayi itu.

Hidup itu adalah pilihan. Menurut ahli, setiap hari rata-rata kita membuat 8 ribu keputusan pilihan . Luar biasa bukan? Salah satunya mungkin adalah keputusan untuk menyelesaikan masalah, berlari, atau pasrah saja pada masalah.

Bagi orang yang tak mau bersusah, ia hanya berdiam saja dan berlari dari masalah. Tapi sayang sekali bukan? Masalah adalah sebuah anugerah bagi kita..

Ketika aku meminta kecerdasan, Allah memberikan aku otak untuk berfikir.
Ketika aku meminta kesabaran, Allah memberiku cobaan untuk dihadapi.
Dan Ketika aku meminta kekuatan, Allah memberiku masalah untuk diselesaikan.
Allah tidak memberi apa yang aku inginkan,
tapi Allah memberi apa yang aku butuhkan.

Untuk teman-temanku yang sedang diberi masalah:
Selamat, karena kau adalah orang terpilih yang dianggap mampu menyelesaikan masalah semacam itu, Yakinlah bahwa Allah tidak memberikan masalah melebihi kemampuan hamba-Nya. Jika masalahmu terasa sangat berat, berarti kemampuanmu sudah sangat hebat. Dan Yakinlah, bahwa semakin tinggi pohon, memang semakin kencang pula angin yang menerpanya; Kau hanya harus yakin bahwa akarmu adalah akar yang kokoh.

Allah hanya ingin memberikan hadiah kepadamu, sobat; Tapi Dia begitu romantis, ia memberimu masalah agar kamu mengingatnya dan mendekatkan diri kepadaNya. Ia memberimu masalah agar kamu berusaha menyelesaikannya, sehingga nanti ketika kau berhasil menaklukkannya, kau akan merasakan kebahagiaan luar biasa atas ketegaranmu itu.
Dan ingatlah, di satu kesulitan pasti ada dua kemudahan. Jadi…

“Selamat Menikmati setiap masalahmu, bayangkan jika masalah itu selesai, kau akan mendapatkan hadiah dari Rabbmu Yang Maha Penyayang itu..”

Smangat!!!

never say,”Oh God! I have some complicated problems”—

better to say”Hay problems! I have a Great God!”

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on December 13, 2010, in Metamorfose Kuliah Wai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: