Nahkoda yang tangguh tak lahir dari laut yang tenang

10 Desember 2010
Jumat yang cerah, aku mencuci baju dengan riang (halah). Teater tlah selesai. semalam tak ada lagi latihan dan aku bisa sampai di rumah sebelum tengah malam. Senang sekali bisa tidur lebih cepat karena selama hampir dua minggu ini aku selalu tidur larut setelah tengah malam karena latihan teater untuk persiapan pementasan desember rock.

Hampir dua minggu pula rumahku ini hanya menjadi tempat singgah untuk sekedar tidur dan mandi. Buku sudah tak tertata, bingkai sudah tak ditempatnya lagi, dan “tabungan” pakaian kotorku sudah sangat banyak. Teater berlalu, sudah saatnya aku kembali ke kehidupan mahasiswaku. Pagi ini aku habiskan dengan mencuci baju dan merapikan kamar.

Sebenarnya hutang waktu tidurku yang banyak hilang karena latihan teater setiap malam itu belum lunas. Aku berniat tidur siang ketika menjelang waktu sholat jumat. Hanya terpejam satu jam, kemudian aku harus siap-siap beraktivitas lagi. Siang ini agendaku adalah rapat jurnalistik. “yah, tak apalah juwai, selesaikan semua organisasimu hari ini, nanti paling telat setelah sholat magrib, kau sudah sampai rumah dan istirahat, malam ini selesaikan tugas-tugas kuliahmu yang tlah menumpuk itu” begitu fikirku.

Rapat jurnalis dimulai. Agenda rapatku hari ini cukup banyak. Ada beberapa poin yang harus benar-benar didiskusikan agar program kerja UKMA Jurnalistik ini bisa berjalan lancar dimasa kepengurusanku nanti. Acara open recruitment pengurus baru, open house UKMA jurnalistik, lomba best capture, hingga launching Majalah online jurnalistik menjadi topik hangat yang ternyata menyita waktu cukup lama.

Perkiraanku tak meleset sebenarnya, sebelum sholat magrib, rapat ini selesai. Harusnya aku bisa pulang ke rumah dan mengerjakan tugas-tugas kuliah seperti rencana awalku tadi pagi. Namun, aku tersendat pula. Kak Budhi dan Martha memintaku untuk mengedit video Film dokumenter profil mahasiswa berprestasi dari perusahaan Btel. Oh.. Tuhan.. ini dilema berat. Aku sudah lama sekali menunda untuk mengerjakan tugas kuliah dengan alasan latihan teater, sekarang ketika sudah dekat deadline, aku malah dihadapkan dengan tugasku sebagai editor BiU TV.

Video ini sangat penting karena esok hari sudah harus diperlihatkan kepada pihak kampus, paling tidak 50% dari keseluruhannya, tapi tugasku pun penting, esok pagi aku presentasi. Sebenarnya aku ingin menolak permintaak kak budhi dan marth, wajar saja, karena mereka memang dadakan sekali memintaku untuk mengedit; dan harusnya aku memprioritaskan kuliah di atas segalanya karena memang itu tujuanku merantau ke jakarta. Tapi, aku tak mungkin menelantarkan video itu, apa yang akan terjadi esok hari? Karena kecintaanku pada UKMA Jurnalistik, aku pun akhirnya bersedia untuk mengedit video itu.

Malam ini gerimis, pukul 9 malam; aku, martha, dan Fe berjalan menyusuri kawasan epicentrum walk. Lampu-lampu jalan sangat indah, apalagi malam ini gerimis. Akhir-akhir ini sudah tak terhitung berapa kali aku terkena gerimis di malam hari, fisikku pandai pula menyesuaikan diri, aku tak sakit-sakitan, karena itu malam ini aku sangat menikmati terpaan cahaya lampu dan rintik gerimis halus di tubuhku. Malam yang indah.

Sampai kami di mentas, kosannya martha. Aku tak merasakan kantuk, entah karena mataku sudah terbiasa begadang, atau karena segelas capuccino yang aku minum tadi di dunkin’ donuts, entahlah, yang pasti aku senang bisa lancar mengedit video malam ini. Jam berputar hingga hari berganti.

Kak budhi datang, ternyata dia lupa membawa makanan untuk kami. Ah, padahal perutku ini sudah mulai membunyikan sirine. Maklum, terakhir aku makan adalah setelah rapat tadi sore, bersama kak budhi dan kak sasha di Mc donalds. Oh iya, aku lupa cerita, aku dapat topi dari mc D lho..  Aku lapar sekali sekarang.

Martha tertidur, aku dan fe masih terus berjuang, kak budhi memberi semangat. Aku tak ingat jelas waktunya, yang jelas beberapa jam setelah martha bangun, kak budhi pulang ke rumahnya. Malam ini videonya harus selesai, fikirku.

Pukul 3 subuh, aku hampir menyerah. Tuhan, aku ingin menyelesaikan video ini, tapi bagaimanalah, tugasku kuliahku belum selesai. Besok pagi ada presentasi GCG, seminggu aku menunda mengerjakan makalah kelompok ini dengan alasan teater dan ada tugas kuliah lain yang lebih penting, tapi malam ini aku malah mengedit video. Bagaimanalah ini…

Aku memutuskan untuk menghentikan kegiatanku mengedit video. Sudah cukup, fikirku, sudah waktunya untuk mengerjakan paper makalah.. Aku meminta bantuan Fe untuk mencari data-data yang diperlukan. Untunglah ada modem di kosan ini, jadi aku tak perlu terlalu khawatir. Pukul 4, aku masih berkutat dengan makalah. Hanya beberapa jam lagi, aku akan presentasi. Makalahnya sudah hampir selesai, bagianku tak banyak, hanya membahas penerapan GCG di Asia tenggara.

Mataku—entah kenapa—tak pula merasa kantuk. Cemas nanti akan tertidur ketika kuliah, akhirnya pukul 4 lewat beberapa menit aku memutuskan untuk tidur. Makalahnya sudah hampir selesai, bagianku tak banyak, hanya membahas penerapan GCG di Asia tenggara. Apa yang terjadi selanjutnya?

Pagi pukul setengah 8, aku keluar dari kosannya martha, berjalan kembali melewati epicentrumwalk, sampai di kampus, aku letakkan laptopku di loker, kemudian aku naik kopaja pulang ke rumah. Pagi ini masih ada rintik gerimis. Yah, tak apalah, airnya bisa menyamarkan mukaku yang belum mandi ini.

Sampai di rumah, aku mandi, ganti pakaian, sarapan, dan langsung buru-buru ke kampus. Kiranya kelas
dimulai jam 9, tapi ternyata dosennya tak kunjung datang. Ah, jika aku tahu seperti ini, mendingan aku tidur dulu di rumah tadi. Tapi ya, sudahlah, aku sudah terlanjur sampai di kampus lagi. Sekarang pukul 10.10 am, dosennya belum datang juga, dan aku masih melanjutkan menulis catatan harian ini….

Setiap hari selalu berwarna. Smangat wai!

Nahkoda yang tangguh tak lahir dari laut yang tenang!

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on December 11, 2010, in Metamorfose Kuliah Wai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: