Process is more important than the result..

Yeayeayeay!! Alhamdulillah, Segala Puji Bagi Allah Tuhan semesta alam..

Akhirnya UTS selesai juga, diakhiri dengan Ujian Riset Bisnis tadi siang. Thank God I’m not such bad in writing that I can “mengarang indah” for business research exam today. Begitulah, hanya ada 2 kasus yang harus dibuat kerangka pikiran, rumusan masalah, hipotesis, dan jenis risetnya. Dengan sedikit menyusun rangkaian kata, jadilah beberapa halaman jawabanku di lembar jawaban UTS tadi.

For those midterm exam, I’ve just got something that is very valuabel. I, then, realized that the result is important but the process is more valuable. Ya, ketika kita melakukan sesuatu, maksimalkan prosesnya, maka kau tak akan perlu mencemaskan hasilnya. Jika kita telah berusaha maksimal, tentu hasilnya—baik atau buruk—sudah bukan masalah lagi, serahkan pada yang menentukan takdir.

Here I know the meaning of “usaha, tawakkal, dan berdoa”. UTS kali ini, aku merasa sudah berusaha, meski diakui bahwa aku masih saja menggunakan sistem kebut semalam, paling tidak sistem itu berguna untuk mereview pelajaran apa yang telah aku dapat selama setengah semester ini. Semua proses itu mendewasakanku. Sadar, aku tak ingin selamanya bekerja dengan sistem instan SKS itu, maka aku akan melakukan perbaikan dimana-mana.

Beberapa hal yang hendak aku lakukan adalah membuat mind map untuk tiap bab per minggu, mengerjakan soal latihan akhir bab sebelum atau sesudah kuliah, dan mereview pelajaran. Ini sih niatnya, aku sedikit ragu dengan waktu yang hanya diberikan allah sebanyak 24 jam sehari. Pasalnya, dosen-dosen suka ngasi tugas yang ga kalah heboh dari evaluasi ku itu. Belum lagi jadwal2 rapat dan kewajiban lain dari organisasi yang aku ikuti.
Ah, semua itu indah sekali. Ya, bukankah itu semua indah? Kesibukan semacam itulah yang harus kita lewati semasa kuliah—hanya semasa kuliah, karena kelak di tempat kerja akan lebih tragis dari itu.Kesibukan ini begitu variatif dan motifatif, sehingga kelak di hari tua kita akan punya beragam cerita untuk memotivasi anak dan cucu kita. Ah.. pikiranku kemana-mana.. Indah, karena memang tak akan terulang ketika kita sudah berkeluarga dan punya anak. Tugasnya akan beda lagi, karena itu lah aku berusaha mengenang setiap kegiatanku.

Panjang sekali, aku tadinya ngasi tau aja kalo UTS udh selesai,, hihi..
Yaudah deh, ini mata udah ngantuk.. See you in other postings!😉

About waididudidam

-I might not be the best daughter in the world, but I will do my best for my parents. -(Sedang Berusaha Menjadi) Cerdas, Berintegritas, dan Bermanfaat -(Dalam Proses Menuju) Juwairiyyah, S.E

Posted on November 22, 2010, in ngaco. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: